UNIVERSITAS MOHAMMAD NATSIR & Sistem Pendidikan Terpadu Cita Mohammad Natsir

oleh
Mochtar Naim

Disampaikan pada Upacara Syukuran
Mohammad Natsir sebagai Pahlawan Nasional
dan Pemimpin Bangsa,
… di Padang

ALHAMDU LILLAH, melalui upaya yang cukup lama dari kita bersama untuk mengusulkan agar Bapak Mohammad Natsir diakui sebagai Pahlawan Nasional, pada akhirnya pemerintah SBY-JK, atas nama negara, telah merestui pemberian gelar “Pahlawan Nasional” tersebut kepada almarhum Bapak Mohammad Natsir. Dan momen-tumnya bertepatan dengan Peringatan Satu Abad Mohammad Natsir yang dirayakan di berbagai kota dan daerah di Indonesia ini selama satu tahun di sepanjang tahun 2008.
Masalahnya sekarang ialah, apakah kita akan berhenti sampai di sana saja, ataukah kita akan melanjutkan cita perjuangan Bapak Mohammad Natsir, Pahlawan Nasional kita itu. Sementara ini sudah bermacam saran yang dikemukakan dalam rangka mengingat dan memperingati jasa orang besar tanah air Mohammad Natsir. Ada saran seperti yang dikemukakan oleh Prof Dr Laode Kamaluddin, Ketua Panitia Seabad Mohammad Natsir, untuk mendirikan sebuah Institut Pengkajian yang berkaitan dengan pemikiran Mohammad Natsir dan tokoh Islam lainnya. Ada pula yang menginginkan dibangunnya sebuah mesjid raya di kota Padang atau kota lainnya dalam rangka memperingati jasa pahlawan nasional kita itu, seperti yang dikemukakan oleh wartawan senior, Fachrur Rasyid, dalam sebuah tulisannya di Harian Singgalang.
Ketika Ketua DDII Sumatera Barat, Bapak Rusydi SH, meneruskan ide Fachrur ini ke sejumlah kawan-kawan dekat beliau, termasuk saya, melalui SMS, saya membalasnya, bagai-mana kalau yang dibangun itu sebuah Universitas Mohammad Natsir, yang dalam kampusnya dibangun mesjid raya seperti yang diusulkan Fachrur itu. Dan di Universitas Mohammad Natsir itu juga didirikan Institut atau Pusat Kajian pemikiran Mohammad Natsir dan tokoh Islam lainnya seperti yang diajukan oleh Laode Kamaluddin itu.
Universitas Mohd Natsir ini sudah barang tentu bukan hanya sekadar universitas, seperti yang sudah banyak lainnya, tapi universitas yang menerapkan sistem pendidikan yang dicetus dan kembangkan oleh Pak Natsir sendiri sejak di Bandung di awal tahun 1930-an ketika Indonesia masih di bawah penjajahan Belanda. Konsep Natsir dalam bidang pendidikan yang mulai diterapkannya di sekolah yang didirikannya sendiri di Bandung itu adalah sistem pendidikan integral atau terpadu yang tidak menarik garis pemisah antara sistem pendidikan umum yang sekuler-keduniaan yang diperkenalkan oleh Belanda melalui ‘ethische politiek’nya, dengan sistem pendidikan agama, madrasah atau pesantren, yang religius-keakhiratan. Beliau malah mengintegrasikan antara keduanya, menjadi satu kesatuan yang utuh. Semua adalah ilmu, semua adalah untuk diamalkan untuk tujuan-tujuan yang bermanfaat, dan semua adalah dalam rangka ‘li i’lai kalimatillah’ dan pengabdian sepenuhnya kepada Allah swt, Al Khaliq Yang Maha Pencipta dari sekalian alam ini.
Sendirinya tidak ada dikotomi atau bahkan polarisasi antara ilmu-ilmu keduniaan dan ilmu-ilmu keakhiratan itu. Semua adalah untuk tujuan kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Bahwa kedua cabang ilmu, yang duniawi dan ukhrawi itu,

0 Responses to “UNIVERSITAS MOHAMMAD NATSIR & Sistem Pendidikan Terpadu Cita Mohammad Natsir”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: