SURAT TERBUKA KEPADA GUBERNUR BESERTA PARA BUPATI DAN WALIKOTA SERTA PIMPINAN DAN ANGGOTA-ANGGOTA DPRD PROVINSI, KABUPATEN DAN KOTA SE SUMATERA BARAT TENTANG PRAKTEK WARNET DI KOTA-KOTA DAN DAERAH DI SUMATERA BARAT

dari
Mochtar Naim
Anggota DPD-RI dari Sumbar

Yang terhormat,
Bapak Gubernur, para Bupati dan Walikota
serta Pimpinan dan Anggota-anggota DPRD
Provinsi, Kabupaten dan Kota,
se Sumatera Barat

Assalamu’alaikum w.w.,

SALAH satu dari sumber maraknya pornografi di tengah-tengah masyarakat, khususnya di kalangan anak muda, adalah layanan warnet yang bertebaran di berbagai penjuru kota, tak terkecualinya di kota-kota dan daerah-daerah di Sumatera Barat ini.
Agar apa yang ditonton melalui layar internet maya itu tidak terlihat oleh orang lain, dibikinkanlah booth atau sekat kotak-kotak yang hanya yang main sendiri yang bisa melihat di dalamnya. Warnet ini biasanya dibuka dari pagi sampai larut malam. Dan rata-rata pengunjung memanglah anak-anak muda, dari umur mahasiswa ke sekolah menengah, laki-laki dan perempuan.
Bahwa sekat kotak-kotak warnet dibikin seperti itu, sudah pasti bahwa tujuannya adalah untuk menjaga dan melindungi sipemakai internet untuk tidak diganggu, apalagi diganggu-gugat. Melalui cara seperti itulah pemilik warnet melindungi sipemakai dengan tujuan agar pemasukan keuangan dari bisnis maya ini berjalan lancar dan tidak terhalang.
Perhitungkanlah dari sekian booth kali sekian pemakai, kali sekian jam per hari pemakaiannya, kali sekalian rupiah per jamnya, lalu dikalikan lagi dengan jumlah warnet di seluruh kota di seluruh Indonesia ini, yang omsetnya bisa triliunan rupiah per tahunnya, semua adalah hasil bisnis yang sangat lukratif-menguntungkan, dan sangat laris, tetapi dengan merusak akhlak dan watak dari para pemakai yang rata-rata adalah anak muda harapan bangsa.
Bagaimana jadinya anak-anak muda kita ini kalau jiwanya sudah dirusak dan akhlaknya diobrak-abrik melalui dunia maya yang disodorkan yang salah satu pilihannya adalah tayangan pornografi yang jumlah pilihannya jutaan tak terbatas dari bermacam negara di dunia ini, tak terkecualinya dari Indonesia sendiri. Pada hal di banyak negara, di dunia ini, bukan tidak ada cara dalam jangkauan teknologi TI untuk mematikan tayangan pornografik dll sejenisnya yang merusak itu.
Namun, kendati hal ini sudah menjadi pengetahuan umum dan luas dibicarakan, tetapi, anehnya, kok tak segera ada tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh pihak berwajib, khususnya dari pihak penguasa negara baik di bidang eksekutif maupun legislatif dan yudikatif. Sampai-sampai dengan para alim-ulama, ninik-mamak dan cerdik-pandai dan tokoh-tokoh masyarakat lainpun diam seribu bahasa dan tak berkutik. Terasa ada, terkatakan tidak.

Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Walikota,
dan rekan-rekan Pimpinan dan Anggota-anggota DPRD
di Provinsi, Kabupaten, Kota, di Sumatera Barat, yth,

Saya sudah melihat di Sidney, Australia, dan kemarin di Bangkok, Thailand, dan Vientiane, Laos, bagaimana di kota-kota itu saya melihat mereka mengatur tentang pelayanan warnet yang juga menyarap di kota-kota itu. Saya melihat, set-set komputernya disusun berjajar di sepanjang dinding tanpa sekat apapun, dengan pemakai menghadap ke dinding, sehingga apa yang dibukanya di internet itu siapapun akan bisa melihat dengan jelas tak terhalang. Pun juga yang di jejeran tengah, berbaris, dengan yang set komputernya berlancik-lancik-an, dan pemakainya bisa saling melihat; sementara semua siapapun yang lewat bisa melihat apa yang dibukanya.
Sendirinya prinsip saling kontrol seperti ini menjadi mekanisme sosial yang sangat efektif dan tidak memerlukan satpam atau siapapun karena sistem kontrol yang diciptakan yang sifatnya built-in dan naluriah.
Dalam rangka kita menjaga dan memelihara akhlak dan watak anak-anak muda kita dan generasi muda kita umumnya, waktunya agaknya sekarang, Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali dengan rekan-rekan di DPRD di setiap jajaran peme-rintahan, mengeluarkan ketentuan tentang bisnis warnet, lengkap dengan petunjuk-petunjuknya, yang kalau perlu dengan sanksi yang berat dan kontrol yang ketat dan efektif.
Melalui da’wah bil hal ini insya Allah masyarakat kita di Sumatera Barat dan Minangkabau tercinta ini akan terhindar dari laknat dan kutukan Tuhan. Kiranya Allah mengampuni semua kesalahan kita di masa lalu, dan kita menatap masa depan kita dengan berpegang teguh kepada prinsip hidup kita di daerah ini, ABS-SBK, sambil selalu berserah diri kepada-Nya, amin, amin, yang rabbal ‘alamin.

Wassalam,
Mochtar Naim

0 Responses to “SURAT TERBUKA KEPADA GUBERNUR BESERTA PARA BUPATI DAN WALIKOTA SERTA PIMPINAN DAN ANGGOTA-ANGGOTA DPRD PROVINSI, KABUPATEN DAN KOTA SE SUMATERA BARAT TENTANG PRAKTEK WARNET DI KOTA-KOTA DAN DAERAH DI SUMATERA BARAT”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: