KATA SAMBUTAN Untuk Buku RANAH DAN ADAT MINANGKABAU Oleh Ir Zubir Rasyad

BUKU Ranah dan Adat Minangkabau karangan Bapak Ir Zubir Rasyad yang ada di tangan Anda sekarang ini adalah sebuah buku yang rentangan waktu dan pokok permasalahannya mengalir sepanjang sungai sejarah ranah dan adat Minangkabau itu sendiri. Namun caranya tidaklah narra-tif-bercerita tetapi menganalisanya dengan cara yang beliau namakan dengan pendekatan “dialektik-historis.” Dengan cara itu, betapapun panjang dan berlikunya sejarah ranah dan adat Minang itu ke belakang terhadap sejumlah permasalahan yang beliau angkatkan untuk dianalisis, yang diperlihatkan adalah polanya, dinamikanya dan dialektikanya. Dengan cara itu kita dapat melihat kerangka permasalahannya secara global dan menyeluruh melewati rentang waktu yang sudah panjang ke belakang itu.
Dengan latarbelakang akademik yang beliau miliki dan kuasai, juga terlihat bahwa betapapun kompleksnya percaturan dialektika sejarah ranah dan adat Minangkabau itu, berhadapan dengan tantangan dan ancaman dari dunia luar lainnya, baik dalam ruang lingkup Nusantara maupun dunia seanteronya, melalui pendekatan dialektik-historis itu kita bisa melihat panorama permasalahannya secara relatif simpel-sederhana dan bahkan bisa dituangkan dalam sketsa matriks dalam ben-tuk gambar, tabel dan peragaan lainnya.
Cara yang dipakai oleh Pak Zubir ini mengingatkan kita pada tokoh-tokoh pemikir Minang legendaris masa lalu yang cara berfikirnya adalah dialektik-historis, seperti Tan Malaka, H Agus Salim, Buya AR St Mansur, dan banyak lainnya. Kita-kita yang sudah tak biasa dengan berpikir seperti itu, kita punya kesan, dalam membaca buku Pak Zubir ini, seperti melompat-lompat tidak lagi dalam deret hitung tapi dalam deret ukur. Karenanya permasalahan yang diangkatkan seperti melihat kijang di rimba, yang untuk Pak Zubir, bisa saja, melintas kijang di rimba, tahu dia jantan-betinanya.
Bagi anak-anak muda sekarang, yang saya juga anjurkan untuk membaca buku ini, selain melihat substansinya, juga se-kaligus menangkap metodologi dialektik-historis yang dipakai itu. Ketajaman analisa dan kejelian melihat permasalahan seca-ra kritis dan analitis sendirinya sangat diperlukan.
Buku ini jelas menambah khazanah pengetahuan kita tentang ranah dan adat Minangkabau ini yang makin ke mari makin langka ditemukan.

Mochtar Naim
Jakarta, 1 Maret 2009

0 Responses to “KATA SAMBUTAN Untuk Buku RANAH DAN ADAT MINANGKABAU Oleh Ir Zubir Rasyad”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: