SURAU MAHASISWA

Konsep dan Operasionalisasinya
Dalam Rangka Kerjasama Antar Lembaga
Terkait Dengan Kehidupan Mahasiswa
Di Perguruan Tinggi
Di Sumtera Barat

31 Des 2007

I

DALAM upaya kita di Sumatera Barat untuk me- wujudkan filosofi hidup ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah) dalam praktek pengamalannya, kitapun keluar dengan konsep “Kembali ke Nagari” dan “Kembali ke Surau.” Nagari yang dalam masa Orde Baru diganti dengan Desa yang berlaku sama dan sera-gam di seluruh Indonesia dengan pola Desa di Jawa, sekarang Nagari dihidupkan kembali di Sumatera Barat. Sementara Surau sebagai bahagian yang integral dari kehidupan berNagari juga perlu dihidup-suburkan kembali.

II
Dalam memaknai kehidupan Surau dalam konteks kon-temporer sekarang ini, kami pihak-pihak yang terkait dengan kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi di Sumatera Barat, yang nama-nama institusi kami tercantum dalam Persetujuan Kerjasama di bawah ini, bersepakat untuk mewadahi kehidup-an kampus di dalam dan di luar lingkungan kampus dengan menumbuh-kembangkan institusi sosial Surau Mahasiswa.

III
Dengan Surau Mahasiswa dimaksud, asrama, wisma, rumah kos, pondokan, dsb, yang ditempati oleh para maha-siswa di dalam dan di sekitar kampus, dikelola dengan memasukkan semangat dan ruh Surau ke dalamnya. Dalam arti, para penghuni secara kolegial dan bersama-sama menge-lolakan Surau Mahasiswa itu dengan semangat surau. Dalam Surau Mahasiswa yang ditekankan adalah semangat kebersa-maan, hidup bersama dalam suasana persaudaraan yang akrab dan harmonis, dan kerjasama saling tolong-menolong, yang esensinya kita dapatkan dalam kehidupan bersurau dahulu. Banyaknya tokoh-tokoh menonjol yang berasal dari Minang dahulu adalah juga karena dibesarkan dari kehidupan bersurau itu.

IV
Dengan Surau Mahasiswa juga dimaksud agar nilai-nilai luhur adat dan agama yang terjalin ke dalam filosofi hidup ABS-SBK itu berlaku efektif dan diterapkan secara fungsional ke dalam kehidupan hari-hari dalam Surau Mahasiswa itu. Dengan demikian juga, nilai-nilai dari luar, dari manapun datangnya, yang tidak sesuai atau bahkan bertentangan dan merusak nilai-nilai luhur ABS-SBK itu, harus dihindarkan. Sebaliknya, sesuai dengan semangat ABS-SBK pula, nilai-nilai yang sesuai dan serasi dengan nilai-nilai luhur itu, dari manapun datangnya, perlu diakomodasi, diadopsi dan ditole-ransi, dalam rangka memperkaya kehidupan dan jatidiri, sehingga kita sekaligus mempersiapkan diri untuk menjadi manusia global yang bisa diterima dalam pergaulan dunia beradab manapun.

V
Kerjasama dengan para pemilik rumah kos, pondokan, dsb, yang sekarang telah difungsikan sebagai Surau Mahasiswa itu, perlu tetap dijaga dan dipelihara. Perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian dalam bentuk apapun dengan para pemilik tetap dihormati. Hanya saja pengaturan dan pengelolaan dari rumah kos, pondokan, dsb, yang sekarang telah jadi Surau Mahasiswa itu diatur secara otonom oleh para mahasiswa penghuni Surau Mahasiswa itu secara kolegial dan bersama-sama seperti dimaksud.
Dengan Surau Mahasiswa ini yang dibina sesungguhnya adalah hubungan dan jalinan setiga yang saling terkait antara Surau Mahasiswa, Masyarakat sekitar dengan tumpuan Mesjid, dan Alma Mater atau kampus perguruan tinggi. Di Surau Mahasiswa mereka mendapatkan binaan hidup secara mandiri sekaligus secara bersama sebagai sebuah komunitas kecil surau. Di mesjid mereka menjadi bahagian dari masyarakat luas sembari bersama-sama dalam berjemaah menyungkurkan kening ke tempat sujud. Sementara di kampus mereka mendapatkan binaan akademik dan kearifan intelektual.

VI
Dalam operasionalisasi pengelolaan Surau Mahasiswa, para mahasiswa secara bersama-sama bisa mengambil inisiatif untuk mencari rumah sewaan di sekitar kampus yang cocok untuk dijadikan Surau Mahasiswa. Pihak kampus sendiri dan yayasan LSM yang juga bergerak di bidang pengadaan dan pensupervisian Surau Mahasiswa, tak kurangnya, juga bisa mengambil inisiatif yang sama dalam pengadaan Surau Maha-siswa ini.
Sewa rumah untuk satu tahun pertama, karena galibnya harus dibayar di muka, perlu memang dicarikan dana awal yang bisa dikumpul dari infaq, sadaqah ataupun zakat dari para muhsinin, ataupun didanai oleh pihak kampus dan yayasan LSM terkait, maupun dari dana pemerintah, selain sumber-sumber lainnya dari manapun datangnya.
Uang sewa rumah ini akan diangsur mengembalikannya oleh para penghuni Surau Mahasiswa per bulan sehingga pada akhir tahun jumlah dana yang terkumpul dapat pula dipakai untuk melanjutkan sewa tahun berikutnya. Dan begitulah seterusnya sehingga surau secara finasial bisa menggelinding sendiri tanpa batas waktu yang ditentukan ke depannya. Ong-kos-ongkos lainnya, termasuk air, listrik, telepon, kebersihan, dana kegiatan, dsb, ditambahkan ke dalam pungutan bulanan itu.
Dalam perhitungan keseluruhan, dengan sewa bersama dan ongkos bersama lain-lainnya itu, hidup di Surau Maha-siswa jauh lebih ekonomis dan lebih ngirit daripada hidup indekos di rumah-rumah kos atau pondokan. Peng-hematan bisa sampai 30-40 % daripada tinggal di pondokan dan rumah kos secara per orangan.

VII
Dalam menfungsikan asrama kampus, rumah sewaan, dsb, menjadi Surau Mahasiswa itu, para penghuni membentuk ikatan kekeluargaan yang terorganisasi secara rapi, efektif dan efisien dengan manajemen moderen yang dijiwai oleh semangat surau dengan dasar filosofi ABS-SBK itu. Melalui ikatan kekeluargaan yang terorganisasi secara rapi, efektif dan efisien ini, para mahasiswa penghuni menyiapkan peraturan rumah tangga yang wajib dipatuhi oleh semua penghuni dengan mengindahkan sisi kontrol dan sanksinya agar per-aturan dimaksud berjalan secara efektif.
Melalui ikatan kekeluargaan surau ini pula para maha-siswa penghuni menyiapkan program kegiatan yang rutin dan berjangka-jangka ataupun insidental dalam mengisi kebutuhan spiritual, intelektual dan emosional serta fisikal, di samping program sosial dalam mendekatkan diri kepada masyarakat sembari mempersiapkan diri untuk menjadi calon-calon pe-mimpin bangsa dan pemimpin ummat ke masa depan.
Salah satu contoh amal sosial yang dilakukan oleh kelom-pok mahasiswa yang tinggal di surau-surau mahasiswa yang dikelola oleh Yayasan Amal Saleh di Air Tawar Barat, di sebelah utara kampus UNP, adalah mengumpulkan zakat, infaq dan sadaqah dari para muhsinin dari mana saja di Indonesia ini. Sampai saat ini sudah ratusan juta rupiah yang terkumpul yang diberikan kepada fakir-miskin yang berhak menerimanya di daerah-daerah dalam bentuk pancing, bukan ikannya. Artinya diberikan dalam bentuk binatang ternak, seperti sapi, kambing, itik dan ayam (30 ekor per paket), gerobak miso, alat pertukangan, bahkan pernah perahu penye-berangan. Di samping itu, sebagai labor praktek mengajar, mereka juga buka TK Islam di bagian depan aula serba guna mereka di Jl Perkutut, Air Tawar Barat.

VIII
Dari antara kegiatan rutin Surau Mahasiswa itu, misalnya,
satu, membiasakan secara berdisiplin para penghuni bangun subuh – bukan bangun pagi – dengan shalat berjamaah ke mesjid bersama-sama dengan masyarakat sekitar. Dengan demikian, sembari menunaikan tugas ibadah shalat secara berjamaah, juga mendekatkan hubungan silaturrahmi dengan masyarakat sekitar.
Dua, menjaga kebersihan dan keamanan dalam dan luar surau secara bersama-sama dengan terjadwal dan bergiliran.
Tiga, mengusahakan agar masak dan makan bersama dalam jam-jam yang ditentukan. Melalui masak dan makan bersama ini keintiman dan keakraban dibina.
Empat, sistem pembukuan keuangan surau haruslah transparan dan setiap bulan dan setiap akhir tahun ada laporan uang keluar-masuk yang harus diverifikasi oleh para anggota dalam rapat keluarga.
Lima, memprogramkan kegiatan berkala bersama yang diikuti oleh seluruh anggota dalam rangka peningkatan kualitas beribadah, seperti pengajian minggu subuh, tilawah dan hifzhul serta tadabbur Al Quran, latihan shalat tahajjud, dsb.
Enam, melalui kegiatan yang juga terprogram, juga me-ningkatkan kemampuan akademik di luar perkuliahan, seperti latihan menulis, membaca, berpidato, dan berbahasa (khusus-nya Inggeris dan Arab), belajar bersama, diskusi terfokus, berolahseni, olahraga, rekreasi bersama, dsb.

IX
Melalui cara hidup bersurau dengan berbagai macam kegiatan seperti di atas, segera terlihat kunggulan dan com-parative advantagenya, dibanding dengan hidup sendiri-sendiri dalam rumah kos, pondokan, dsb, yang semua diserahkan kepada kemauan dan kesadaran penghuni masing-masing. Hidup sendiri-sendiri di rumah kos dan pondokan yang tidak terayomi oleh para pemilik dan masyarakat sekitar cenderung dipengaruhi oleh pujuk rayu kehidupan sensual dan hedonis yang jauh dari tuntunan nilai-nilai adat dan agama dalam konteks filosofi ABS-SBK itu.

X
Dalam membangun dan menumbuh-kembangkan ide dan konsep Surau Mahasiswa agar berkembang ke seluruh kota-kota Perguruan Tinggi di Sumatera Barat maupun di rantau, perlu diciptakan hubungan kerjasama antara lembaga perguruan tinggi dan lembaga-lembaga LSM berbentuk yayasan, dsb, yang bergerak di bidang yang terkait dengan program Surau Mahasiswa ini.
Tahun 2008 akan dijadikan sebagai tahun uji-coba di mana konsep Surau Mahasiswa ini mulai disebar-luaskan ke kampus-kampus perguruan tinggi di kota Padang. Pada tahun yang sama akan diajak kampus-kampus perguruan tinggi lainnya di kota-kota di Sumatera Barat untuk ikut bersama-sama mengembangkan Surau Mahasiswa ke masing-masing kota. Dan melalui saluran komunikasi elektronika dsb akan diajak kampus-kampus lainnya di Indonesia dan Malaysia melakukan hal yang sama.

XI
Dengan mengambil tempat di Ruang Rektor UNP Padang, pada hari Senin tgl 31 Desember 2007, telah dise-pakati oleh empat lembaga terkait dengan program kerjasama ini, yakni
(1) UNP Padang, diwakili oleh Rektor, Prof Dr Mawardi Efendi, dan 3 orang staf pendamping,
(2) IAIN Imam Bonjol, diwakili oleh Pemb Rektor III, Prof Salmadanis,
(3) Yayasan Amal Saleh, diwakili oleh Dr Mochtar Naim dengan 4 orang pengurus YAS,
(4) Islamic Center, diwakili oleh Khaidir,
untuk menindak lanjuti perancangan kerjasama dalam menum-buh-kembangkan konsep Surau Mahasiswa ini dan menyiap-kan konsep MOUnya, di samping program kerjasama untuk 2008.
Diharapkan Konsep Surau Mahasiswa, MOU Kerjasama, dan Program Kerjasama 2008 sudah dapat disiapkan, dibahas dan disepakati dalam bulan Januari 2008 ini.
Sementara itu disepakati untuk menghubungi dan menga-jak ikut perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya di kota Pa-dang, termasuk Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta, Universitas Muhammadiyah, Universitas Eka Sakti, Universi-tas Taman Siswa, Universitas Baiturrahmah, Universitas Pute-ra Indonesia. ***

0 Responses to “SURAU MAHASISWA”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: