PIDATO SAMBUTAN WISUDA PGTKI/PGSDI STAI YKI SUMBAR

Sabtu, 29 Des 2007
Hotel Bumi Minang, Padang

Assalamu ‘alaikum w.w.,

WALAUPUN saya sendiri yang berdiri di depan Sdr2
yang sedang dan baru saja diwisuda sekarang ini,
namun serapatnyalah semua kami
yang berada di Yayasan Kebangkitan Islam (YKI)
yang mengayomi PGTKI/ PGSDI dari STAI kita ini,
dan sekaligus semua yang hadir di ruangan ini,
secara bersama-sama menyampaikan tahniah,
salam selamat,
kepada Sdr2 yang sedang diwisuda sekarang ini.
Selamat, selamat, selamat, kepada Anda semua!

Bagi kami adalah satu kebanggaan tersendiri
menyampaikan ucapan selamat dan sekaligus melepas Anda
untuk kemudian berkiprah di tengah-tengah masyarakat
dalam menunaikan ikrar Anda semula,
yaitu memberikan darma baktinya sebagai guru
di taman kanak-kanak dan di sekolah dasar,
di manapun Anda berada nantinya.
Bagi kami, dan bagi kita semua,
pilihan Anda untuk menjadi guru di TK dan SD, di manapun, adalah sebuah pilihan yang tepat,
dan sebuah karya-upaya mulia,
apalagi kalau semua itu dilandaskan kepada niat yang suci
dan tulus-ikhlas yang keluar dari lubuk hati yang dalam
dari Anda sendiri
dalam rangka beribadah kepada Allah swt
sembari dalam rangka memajukan anak bangsa ini.

Insya Allah Anda telah berjalan di jalan yang benar,
yang diridhai oleh Allah swt,
dan insya Allah semua itu akan dicatat
sebagai amal ibadah yang shalih.
Saya dan kami semua yakin,
Anda pada hakekatnya telah merentangkan jalan ke surga.
Anda tinggal melaluinya.
Dan Bismillah-kanlah!

Karena Anda telah memilih jalan yang tepat ke surga ini,
maka Allah pun tak akan lupa membukakan jalan bagi Anda, melempangkannya dan memberikan kemudahan-kemudahan,
yang tadinya, kalau bukanlah karena niat yang ikhlas,
Anda akan merasakan banyak kesukaran,
banyak onak-durinya.
Dan Andapun menjadi bimbang dan ragu,
sampaipun Anda bisa berputus asa.

Tetapi karena semua itu dilandaskan
kepada mencari keridhaan Allah,
insya Allah, Allah akan memudahkan semua urusan Anda. Amin.

Sdr2, landasan rohani dalam menuju jalan yang benar ini
perlu betul Anda camkan dari semula,
sebab nanti Anda dalam perjalanan akan dirayu
oleh bermacam pujuk rayu dan onak-duri
yang akan menjauhkan Anda dari khitthah Anda
untuk menjadi guru di TK dan SD ini.
Anda juga akan dihadapkan kepada berbagai macam tantangan
dan kesukaran-kesukaran
yang kalau Anda tidak tabah dan lemah iman,
Anda akan melenceng dari jalan lurus
yang telah Anda rentangkan semula.
Saya dan kita semua benar-benar dapat merasakan
betapa mulia dan luhurnya jalan hidup dengan pilihan professi
yang Anda lakukan ini.
Menjadi guru di tingkat awal dan terendah di jenjang pendidikan ini, sungguh adalah karya yang mulia.
Karena Andalah yang mula pertama yang menggoreskan
tinta emas pendidikan kepada anak-didik kita.
Dari awal-awal sekali,
sampai mereka diperkenalkan buat pertama kali
kepada berbagai hal,
baik yang sifatnya intelektual, emosional maupun spiritual. Alangkah indahnya itu.
Anda sebagai guru yang pertama sekali menggoreskan
pena pengetahuan itu ke dadanya, ke hatinya, ke kepalanya,
dalam tiga dimensi I, E dan S secara bersinergi
dan sekaligus terpadu.

Berhadapan dengan anak-anak, bahkan kanak-kanak,
yang masih sangat belia, berumur 4-5 tahun di TK
dan 6-11 tahun di SD,
adalah bagaikan menggambar di kain putih.
Dan Andalah sebagai guru yang akan memberi warna
buat pertama kali ke dalam kanvas kehidupan intelektual,
emosional dan spiritual dari kanak-kanak dan anak-anak itu,
di luar lingkungan rumah tangga kanak-kanak
dan anak-anak itu.
Dan Anda pulalah yang akan memperkenalkan mereka
ke dunia luas, di luar dirinya.

Sdr2, kecuali meneruskan tradisi yang baik-baik
yang kita salin dari guru-guru sebelumnya,
dan dari sistem pendidikan sebelumnya,
ada tantangan-tantangan baru yang dihadapkan kepada kita sekarang ini,
yang sebelumnya kita hanya terima begitu saja
tanpa persepsi dan konsepsi yang jelas.

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan meluasnya wacana pendidikan sekarang ini,
adalah sebuah keharusan sekarang ini
bahwa yang dibentuk dengan anak-didik kita sekarang
bukan hanya sebatas mengajar mereka
dari tidak tahu menjadi tahu, dalam artian kognitif,
tetapi juga sekaligus dan berbarengan dengan itu
secara terpadu
sisi-sisi afektif dan psiko-motoriknya.
Atau dengan istilah yang sedang populer sekarang ini
adalah sisi-sisi I, E dan S di samping F – fisik – dari anak didik.

Adalah menarik bahwa apa yang ditekankan oleh Islam
selama ini dengan 4 dimensi tarbiyah-pendidikan
yang saling terkait
dan saling terpadu antara I, E dan S serta F itu
ternyata juga ditemukan dan diperkuat
oleh ilmu pengetahuan moderen sekarang ini,
sehingga Islam dan pengetahuan moderen
pada hakekatnya adalah sejalan.

Karenanya, dalam menghadapi anak didik kita,
baik di tingkat TK, SD, dan bahkan seterusnya
ke tingkat yang lebih lanjut lagi,
sampaipun ke perguruan tinggi sekalipun,
4 dimensi pendidikan yang saling terkait dan saling terpadu itu
perlu mendapatkan pemahaman
dan pengertian yang lebih mendalam,
sehingga pendidikan kita tidak lagi terpenggal-penggal,
atau sepenggal-sepenggal.

Sistem pendidikan yang terpisah-pisah seperti selama ini,
ada yang namanya pendidikan umum, sekuler,
ada pendidikan agama, sakral,
yang masing-masing jalan sendiri-sendiri,
bagaikan rel keretaapi yang tidak pernah bertemu,
waktunya adalah sekarang untuk mengintegrasikannya.

Masing-masing aspek, komponen, atau sisi dari pendidikan itu
bisa berbeda dan bervariasi,
karena dimensinya berbeda,
yang dijabarkan dalam rumusan I, E dan S serta F itu.
Tetapi perbedaannya itu tidak lalu menyebabkan
masing-masing harus jalan sendiri-sendiri.
Apalagi dalam konteks pendidikan itu,
anak didik tidak hanya diajar untuk mendapatkan ilmu
– dari tidak tahu menjadi tahu –
tetapi sekaligus dan pada waktu yang sama,
rasa halus, sopan-santun, budi-bahasa, akhlak, perangai,
budi-pekerti, entah apa lagi,
juga harus ditanamkan dan menjadi pakaian mereka.
Dan semua itu juga pada waktu yang sama
dan secara terintegrasi juga disangkutkan lagi
dengan pemahaman akan keterkaitan kehidupan ini
dengan kodrat dan iradat dari Allah swt
sehingga semua itu menjadi satu kesatuan yang utuh
di bawah tilikan dan nilai-nilai transendental dari atas itu.

Konsep yang kaffah dari pendidikan yang islami
dan sekaligus moderen inilah
yang harus diberikan kepada anak-didik Anda
manakala Anda telah mulai mengajar dan menjadi guru nanti. Dengan demikian Anda mendapatkan
dasar filosofi yang mantap dari sistem pendidikan
yang akan Anda kembangkan nanti.

Sdr2, saya tahu bahwa pada waktu yang bersamaan
Anda semua tentu juga akan harus melalui
dan memenuhi tuntutan kehidupan
sebagai manusia yang normal dan wajar.
Di samping memulai karier Anda sebagai guru di sekolah,
Andapun juga akan harus mempersiapkan diri
memasuki dunia berumah tangga.
Punya pasangan hidup dan beranak-pinak.

Di sinilah masalahnya, tetapi di sinilah pula seninya itu.
Seni hidup sebagai manusia, makhluq Allah, yang normal. Kaitannya adalah dengan professi Anda sebagai guru
yang Anda telah bertekad dan mempersiapkan diri untuk itu. Banyak yang berhasil, tentunya.
Tetapi banyak juga yang tidak berhasil
dalam mendayung biduk kehidupan,
sebagai guru di sekolah dan sebagai manajer atau ko-manajer
dalam rumah tangga,
di samping kegiatan lainnya dalam masyarakat sendiri.

Tentu saja bukan maksud kita
untuk mengurai permasalahan itu di sini.
Tetapi yang dituju adalah, bagaimanapun, dan betapapun,
carilah harmoni antara keduanya dan kesemuanya itu,
sehingga yang satu tidaklah terkendala karena yang lainnya.
Profesi guru bagi wanita, apalagi yang sudah jadi ibu-ibu,
bisa menjadi kendala tetapi juga bisa menjadi dorongan.
Dia menjadi dorongan karena pengetahuan
dan pengalaman keguruannya itu
bisa pula dia terapkan di rumah tangga
terhadap anak-anaknya sendiri.
Tetapi dia juga bisa menjadi kendala manakala yang dilihatnya
dari profesi keguruan itu adalah imbalan materinya, gajinya,
yang biasanya tidak mencukupi,
kadang untuk penutupi kebutuhan pokok sekalipun.

Terakhir yang perlu saya titipkan di sini adalah,
jikapun Anda terangkat sebagai guru nanti
di kampung halaman sendiri, atau jauh di rantau sekalipun, janganlah berhenti menimba ilmu pengetahuan,
karena batasnya menurut ajaran agama kita sendiri
hanyalah pintu kubur.
Selagi hayat dikandung badan, di manapun kita,
dan bagaimanapun keadaan kita,
yang menimba ilmu dengan membaca, belajar lagi,
dapat diploma atau ijazah yang lebih tinggi lagi,
perlu terus dilakukan.
Di negara-negara maju, biasa kalau guru TK dan SD
ada yang S1, S2 dan bahkan S3.
Bertambah banyak ilmu, bertambah kaya kita dengan pengetahuan, maka duit dan kesenangan hidup itu
akan datang sendiri kepada kita. Percayalah!

Demikianlah, Sdr2. Sekali lagi selamat kepada Anda semua.
Dan selamat pula kepada para pengajar dan staf
yang tanpa pamrih telah memberikan darma baktinya
kepada keberhasilan program pendidikan di PGTKI YKI ini.

Semoga Allah swt meridhai dan memberkati segala amal usaha kita, amin. ***

0 Responses to “PIDATO SAMBUTAN WISUDA PGTKI/PGSDI STAI YKI SUMBAR”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: