WAKTUNYA MENDIRIKAN “PUSAT SILAT MINANGKABAU SEDUNIA” (WORLD CENTER FOR MINANGKABAU “SILAT” ART OF SELF DEFENCE)

JSR No. 49, 19 April 2007

BANYAK dari antara kita barangkali tidak tahu bahwa seni beladiri Silat Minang diam-diam telah menjalar dan merembet ke seluruh penjuru dunia. Di Barat terutama silat Minang telah menjadi alternatif pilihan bagi seni beladiri karate, taek won do, kung fu, atau sejenisnya, yang datang dari Timur, khususnya dari Jepang, Cina dan Korea.
Saya telah melihat sendiri bagaimana perkembangannya di Amerika dan perkembangan di dunia melalui internet. Wak-tunya kita sekarang memikirkan dan mengambil langkah untuk merespon semua ini dengan menjadikan tanah kelahiran silat ini menjadi pusat silat sedunia.
Saya telah berbicara-bicara dengan Syeikh Waleed bin Waleed, alias Leonardo J Stoute, kelahiran Panama, warga negara Amerika, yang mengembangkan silat Minang ini di Amerika. Beliau hari-hari ini ada di Indonesia untuk menyegar-kan dirinya dengan perkembangan baru di bidang silat ini. Beliau juga sudah beberapa kali datang ke Padang dan bertemu dengan sejumlah tokoh di bidang silat di samping Walikota Padang dan sejumlah pejabat lainnya. Insya Allah minggu depan pun beliau akan datang lagi ke Padang. Pada kesem-patan kedatangannya itu seyogyanyalah kita manfaatkan pula untuk melakukan pembicaraan-pembicaraan awal tentang per-lunya membangun sebuah Pusat Silat Sedunia itu.
Saya sudah katakan kepadanya bahwa insya Allah kita akan bertemu dengan Gubernur, Walikota Padang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pengurus IPSI, dan sejum-lah tokoh lainnya untuk tujuan itu. Jika perlu kita akan bicara secara serius mengenai pembentukan pusat sedunia bagi pengembangan Silat Minang itu di ranah kelahirannya di Sumatera Barat ini.
Bahwa silat Minang mulai merambah dan meluas ke mana-mana di dunia sejak dekade-dekade ini adalah sebuah fakta. Dan bahwa di Eropah dan di Amerika banyak dari anak-anak muda yang tertarik dengan silat Minang sehingga di hampir semua negara ada kelompok perguruan silat yang semua secara terbuka berorientasi ke silat Minang di samping satu-dua juga silat Nusantara lainnya.
Saya membayangkan bahwa dengan kita membuka Pusat Silat Sedunia di ranah Minang ini, paling kurang setiap tahun akan ada konvensi dan vestival silat Minang di ranah Minang ini di mana para penggemarnya berdatangan dari seluruh penjuru dunia. Pada kesempatan itu mereka akan dapat melihat dan berguru langsung kepada guru-guru tua silat dari berbagai daerah di Sumbar ini. Mereka bisa membicarakan apa-apa yang patut dibicarakan dalam rangka menduniakan silat Minang dan menjalin hubungan silaturrahmi serta kerja-sama saling-bermanfaat dari kelompok-kelompok perguruan silat ini. Sambil tentunya melihat-lihat dan menikmati kein-dahan bumi Minang sendiri, tempat tumbuhnya Silat Minang yang sekarang mulai masuk dan diterima menjadi khazanah budaya dunia itu.
Sebagai dampak sampingnya tentu saja kita ingin agar melalui kegiatan seperti ini anak-anak muda kita, baik di ranah ini maupun di berbagai penjuru rantau di Indonesia dan Malaysia pun akan tergairah untuk mempelajari dan menjadi bahagian dari diri mereka sebagai perisai dan sekaligus hiasan pembagus diri.
Saya membayangkan, sudah waktunya jika di sekolah-sekolah di Sumatera Barat ini, dari SD ke PT, silat Minang masuk sebagai bahagian dari kegiatan ekstra-kurikulum yang diwajibkan, sehingga melalui silat mereka akan menemukan dan membentuk kepribadian mereka yang lebih tanggap. Silat, kata Waleed, bukan hanya fisik, tetapi adalah gabungan antara yang fisikal dan spiritual; karena manusia ini diciptakan dari kedua unsur itu. Berbeda dengan karate, taek won do, dsb itu, yang hanya semata fisikal.
Kata Syeikh Waleed yang suka memperkenalkan diri se-bagai “anak angkat” kami sejak dari sama-sama di Ann Arbor di Michigan tempo hari, belajar silat ujungnya adalah meng-islamkan diri. Silat tidak mungkin tembus tanpa pengakuan akan syahadah dan menjadikan diri tunduk-tafakkur kepada Allah swt. Ratusan sudah anak-anak mahasiswa Amerika yang diislamkannya melalui silat ini. Ternyata silatpun adalah sebuah wasilah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.
Masya Allah. Alhamdu lillah.***

0 Responses to “WAKTUNYA MENDIRIKAN “PUSAT SILAT MINANGKABAU SEDUNIA” (WORLD CENTER FOR MINANGKABAU “SILAT” ART OF SELF DEFENCE)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: