UPAYA PENYEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MADRASAH SUMATERA THAWALIB PARABEK (2007-2012)

Disampaikan pada Rapat Gabungan
Dewan Pembina, Dewan Pengawas
dan Pengurus Yayasan MST,
Ahad, 15 April 2007, di MST Parabek,
Selaku Ketua Dewan Pembina MST

1

SECARA jujur perlulah kita akui bahwa MST sejak beberapa waktu ke mari ini mengalami goncangan dan pergesekan ke dalam, yang kalau tidak segera kita pintasi dan atasi akan bisa berakibat buruk kepada jalannya dan sekali-gus reputasi madrasah kita ini.
Goncangan dan pergesekan dimaksud intinya adalah pada hal-hal berikut:

(1) Tidak atau kurang serasinya hubungan fungsional maupun personal antara Kepala Sekolah dan Pim-pinan Yayasan, sehingga tidak terlihat koordinasi yang efektif antara satu sama lain, atau bahkan masing-masing cenderung jalan sendiri-sendiri. Konflik yang tidak selalu kelihatan ke permukaan ini berakibat mengundurkan-dirinya Ketua Yayasan yang bagai-manapun patut kita sesalkan.

(2) Diisukannya Kepala Sekolah sebagai telah melakukan pelanggaran kode etik kesusilaan dengan salah seorang karyawan wanita di lingkungan kampus MST yang menyebabkan maraknya pergunjingan di ling-kungan kampus maupun dalam masyarakat sendiri yang sendirinya juga mencemari muruah dan nama baik perguruan, apalagi yang menyandang nama besar Inyiak Parabek.

(3) Bergalaunya informasi tentang program Ma’had ‘Ali yang disponsori oleh Dep Agama di kampus MST tanpa pertanggung-jawaban yang jelas, baik dari Pimpinan Program maupun dari Pimpinan Yayasan.

(4) Gagalnya upaya membuka kegiatan kampus-wakaf cabang di Jambu Air.

Bahwa di balik itu MST masih bisa berjalan dengan baik tanpa kendala yang berarti, tentu saja juga perlu kita apresiasi, baik terhadap pimpinan sekolah (tingkat Tsanawiyah dan ‘Aliyah) maupun pimpinan yayasan dengan bagian-bagiannya, sehingga pembangunan fisik pun bisa berjalan dengan baik dan normal. Artinya goncangan maupun gesekan dimaksud belum sampai merusak jalannya pendidikan di MST. Namun, jika langkah-langkah penyehatan dan pemberdayaan tidak segera kita ambil, MST akan dihadapkan pada goncangan demi goncangan berketerusan yang tidak terkendali, dan sendirinya akan menjatuhkan reputasi dari sekolah yang merupakan amanah dari Inyiak yang selama ini kita berupaya meme-liharanya.
2

Langkah-langkah penyehatan dan pemberdayaan ke de-pan yang perlu kita lakukan, sasarannya menurut hemat saya perlu dibidik kepada hal-hal dan langkah-langkah berikut:

(1) Menuntaskan pembentukan pengurus baru di semua bidang dan bagian sehingga baik di Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Pengurus Yayasan, Pimpinan Seko-lah dan aparat Sekretariat sekolah, semua diperbaha-rui, dilengkapi dan disempurnakan, sesuai dengan formasi yang diperlukan dengan merujuk kepada keharusan mengikuti pola organisasi yayasan dengan undang-undang yayasan yang baru.

(2) Khusus mengenai Kepala Sekolah, sudah harus digan-ti, dengan pertimbangan, (a) pengangkatannya selama ini adalah bersifat sementara, sementara sebagai Ke-pala Sekolah telah menjabat selama sekian tahun yang panjang, (b) kualifikasinya untuk ukuran tuntutan sekarang kurang memadai, a.l. karena baru dengan kelulusan BA, (c) diisukannya sebagai terlibat ke dalam pelanggaran kode etik kesusilaan yang sangat fatal yang tidak boleh terjadi apatah lagi dalam lingkungan perguruan Islam yang mencetak kader-kader ulama dengan menyandang nama besar Inyiak Parabek, (d) baik oleh pengurus Yasim dan Dewan Pembina yang lama telah disepakati untuk mengganti-nya dengan figur baru yang memenuhi persyaratan akademik maupun moralitas yang turut mengangkat-kan nama baik MST.

(3) Kita, bagaimanapun, secara keorganisasian patut me-nyesalkan bahwa Tim Formatur yang ditunjuk oleh Dewan Pembina untuk melakukan pembaharuan kepengurusan ini tidak melakukan tugasnya secara prosedural sebagaimana mestinya. Pertama, Tim For-matur tidak melaporkan hasil kerjanya kembali ke Dewan Pembina; dan kedua, Tim Formatur langsung mengaktifkan Pengurus Yayasan yang baru tanpa dikukuhkan oleh Dewan Pembina dan tanpa diketahui bentuk formasi kepengurusan itu sendiri. Catatan ini perlu digaris-bawahi agar praktek seperti ini tidak terulang di kemudian hari karena menyalahi tata-tertib berorganisasi. Sementara, MST memerlukan pembina-an keorganisasian yang rasional, moderen, rapi, ber-disiplin, transparan dan patut ditiru.

(4) Pengurus Yayasan yang baru diharapkan untuk me-nyusun dan menyiapkan Rencana Program Lima Tahun ke depan (2007-2012) yang akan dijadikan pegangan dalam penyehatan dan pemberdayaan MST. Dalam RPLT (2007-2012) tersebut tergambar upaya-upaya pemantapan dari khittah yang diwariskan oleh Inyiak maupun pengembangan di bidang pendidikan lainnya sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pen-didikan masa sekarang dengan tetap berpegang pada fundametal pendidikan yang islami di bidang apapun yang akan dikembangkan.

(5) Pemantapan khittah yang diwariskan oleh Inyiak dengan prinsip: Li yatafaqqahu fid din (berdalam-dalam dalam agama) perlu dilestarikan sehingga MST tetap merupakan pusat pendidikan agama dalam rangka mempersiapkan kader-kader ulama masa depan. Pene-kanan akan penguasaan ilmu-ilmu agama secara kon-vensional dengan kemampuan Bahasa Arab untuk bisa membaca dan memahami buku-buku agama klassik di samping penguasaan Bahasa Arab dan Inggeris untuk percakapan dan perluasan wawasan perlu dipertahankan dan diperkuat.

(6) Kecuali itu, kitapun menyadari bahwa agama dalam arti luas juga mencakup seluruh segi kehidupan, yang karenanya ide untuk memperkenalkan jurusan-jurusan pendidikan yang sifatnya umum dan kejuruan di ting-kat menengah maupun akademi perlu dikembangkan di bawah naungan MST walau kampus dan manaje-mennya terpisah dan tersebar ke manapun di tanah air ini. Melalui jurus-jurus baru ini kita mengharapkan MST akan memulai terobosan dan gerak ekspansif ke depan. Pengalaman Muhammadiyah, NU, Perti, Tha-walib, Gontor dan pesantren-pesantren lain di Jawa dan daerah lainnya dalam arah maupun pengelolaan-nya bisa kita pedomani dan ambil-pelajaran.

(7) Untuk itu kerjasama-kerjasama saling menguntungkan dengan lembaga-lembaga pendidikan manapun dan lembaga penunjang lainnya, di dalam dan juga luar negeri, perlu kita rintis dari sekarang. Berfikir statik “bagai katak di bawah tempurung” tanpa memikirkan perkembangan seperti selama ini sudah harus diganti dengan corak berfikir – mindset dan paradigma – yang dinamis, progresif dan sekaligus ekspansif.

(8) Khusus mengenai pemanfaatan kampus wakaf yang di Jambu Air, pembicaraan pendahuluan yang telah dila-kukan dengan pihak Yarsi melalui Dr Zulkarnain Agus dan Anisral dalam rangka pikiran untuk meman-faatkannya menjadi kampus untuk Akademi Kepera-watan untuk tujuan ekspor ke Timur Tengah sudah harus segera dibahas dan ditindak-lanjuti. Sebuah Tim Khusus untuk menangani itu barangkali perlu segera dibentuk.

(9) Langkah-langkah perbaikan dan perluasan kampus MST di Parabek dan di Jambu Air juga perlu secara sinkron dilakukan, dengan tim-tim khusus yang dibentuk oleh Yayasan.

(10) Dalam rangka penyehatan, pemberdayaan dan perluasan kegiatan MST ini, bagaimanapun, mau tak mau, pemikiran untuk membangun usaha sumberdana dalam artian yang produktif-kreatif, juga sudah harus dilakukan.

Semua ini hanya bisa kita lakukan jika kita merubah cara fikir kita di MST ini yang selama ini cenderung sektarian, berpuak-puak, lebih banyak melihat pada perbedaan daripada kesamaan, menuju pada cara fikir yang progresif dengan mindset yang baru dan dengan strategi “total football.” Artinya semua bermain dalam posisi yang sudah ditentukan masing-masing untuk memasukkan bola ke gawang secara totalitas. ***

0 Responses to “UPAYA PENYEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MADRASAH SUMATERA THAWALIB PARABEK (2007-2012)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: