SAYA DIPANGGIL PROF

JSR, No. 35, 4 Januari 2007

SAYA pernah “sesat” jadi pegawai negeri. Waktu itu, di awal 1980-an, saya diminta oleh Universitas Andalas untuk mempersiapkan Fakultas Sastra dan Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dua fakultas yang sejak lama didambakan. Saya ditarik dari Pusat Latihan Penelitian Ilmu-ilmu Sosial (PLPIIS), Universitas Hasanuddin, selaku Direktur, setelah satu setengah tahun mengabdi, untuk pulang ke Pa-dang, dan membantu mempersiapkan kedua fakultas tersebut.
Selang dua tahun sesudah itu, Fakultas Sastra berdiri, untuk kemudian disusul oleh Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ketika Fakultas Sastra berdiri, disadari tidak seorangpun yang punya kelayakan untuk mengajarkan sosio-logi dan ilmu-ilmu terkait lainnya. PhD saya kebetulan justeru dalam bidang sosiologi itu. Kuliah-kuliahnya saya selesaikan di New York University, sedang disertasinya saya serahkan di University of Singapore, tahun 1974. Disertasi saya mengenai “Merantau: Minangkabau Voluntary Migration.” Terjemahan-nya diterbitkan oleh Gadjah Mada University Press, dan luas dipakai sebagai buku rujukan di fakultas-fakultas ilmu-ilmu sosial di banyak universitas di Indonesia. Waktu itu, jangankan di Sumbar, di seluruh Sumatera belum ada seorang sosiolog pun dengan gelar PhD. Kecuali saya.
Pada hal umur saya waktu itu sudah setengah abad, yang melalui jalur biasa tidak mungkin diajukan atau mengajukan diri jadi pegawai negeri. Tetapi karena kebutuhan yang men-desak, Rektor Profesor Mawardi Yunus pada waktu itu mem-beranikan diri mengajukan dispensasi kepada Presiden agar saya diangkat jadi pegawai negeri untuk bisa jadi dosen tetap. Saya sendiri sejak kepulangan saya dari Amerika tahun 1968 sudah juga mengajar di Universitas Andalas, sebagai dosen luar biasa, baik di Fakultas Ekonomi maupun Pertanian. Tapi tak berminat jadi pegawai negeri karena saya dari semula ingin jadi orang bebas.
Upaya Rektor ternyata berhasil. Saya diangkat jadi pega-wai negeri dengan pangkat 3B. Langsung 3B, tidak 3A dulu, karena saya sudah S3. Namun, tak satupun dari riwayat peker-jaan dan pengalaman secara mancanegara dipertimbangkan. Dengan 3B itu resminya saya adalah asisten ahli, yang dalam keadaan biasa belum bisa pegang mata kuliah sendiri. Namun dalam kenyataannya saya mengajarkan bermacam mata kuliah yang terkait dengan sosiologi. Saya diundang ke mana-mana, mancanegara, sebagai sosiolog.
Tahun demi tahun berlalu. Tiap kali datang formulir isian untuk meminta kenaikan pangkat tidak saya isi. Dan saya selalu mengatakan bahwa saya tidak sepantasnya mengajukan permohonan kenaikan pangkat, karena hal ini adalah tugas universitas untuk menilai apakah seorang dosen pantas dinaik-kan pangkatnya atau tidak. Aneh kalau yang bersangkutan yang mengajukan permohonan untuk kenaikan pangkat.
Pernah, di waktu Profesor Yurnalis Kamil sesudah itu menggantikan Mawardi Yunus, meminta kepada saya untuk mengumpulkan semua karya ilmiah saya untuk langsung diajukan jadi profesor. Setelah saya kumpulkan, ternyata nilai kumulatif cumnya melebihi dua kali dari yang dibutuhkan untuk jadi profesor. Namun, Senat Universitas waktu itu me-nolaknya karena saya dianggap terlalu vokal dalam mengkritisi regim Orde Baru. Ada yang berdalih, dari antara anggota Senat itu, dengan diangkatnya saya jadi dosen tetap maka pernilaian untuk 3B tersebut sudah termasuk semua karya tulis saya; pada hal, tanpa karya tulis sekalipun, dengan gelar PhD orang sedikitnya dapat 3B juga. Karya tulis saya sampai saat ini sudah 500an, termasuk buku-buku, hasil penelitian, makalah, dsb.
Akhirnya buah itu masak sendirinya. Ketika tiba waktu-nya setelah mengabdi delapan tahun di Unand saya sudah harus pensiun. Saya masuk dengan kepangkatan 3B dan keluar juga dengan 3B. Dan tanpa hak pensiun, karena saya mengabdi kurang dari 10 tahun. Saya menerimanya dengan legawa.
Sementara itu, baik sebelum maupun sedang dan sesudah mengajar di Unand, saya sering diminta untuk mengajar maupun melakukan penelitian di berbagai universitas di luar negeri, yang semua rata-rata saya diperlakukan sebagai profesor. Saya pernah mengajar dan atau melakukan penelitian di Amerika Serikat (Yale Univ, Cornell Univ, SUNY Oswego College, NYU, Univ of Michigan di Ann Arbor), di Jerman (Univ Frankfurt), di Inggeris (Univ of Kent di Canterbury dan di Leeds Univ), lalu di Jepang (Kyoto Univ dan Institute of Developing Economies, Tokyo), dan di Singapura (Center for SEA Studies, Univ of Singapore, dan Regional Institute of Higher Education dan Development).
Saya sebenarnya bingung juga. Di mana-mana di Indone-siapun orang suka memanggilkan saya Prof, Profesor, pada hal saya di Unand, tempat saya mengabdi selama 8 tahun, saya hanyalah asisten ahli, dengan pangkat 3B. Berkali-kali saya menjelaskan secara terbuka, dan di mana-mana, bahwa saya bukanlah profesor. Tapi orang suka saja memanggilkan saya Prof, atau profesor, itu. Bahwa saya Dr dalam ilmu sosiologi, memang, tetapi bukan profesor sejauh dalam kedudukan saya sebagai tenaga pengajar di Unand itu.
Namun, baik saya ketika masih di MPR RI, maupun sekarang ini di DPD RI, kawan-kawan saya di kedua lembaga negara itu tetap saja memanggil saya Prof, atau profesor. Di surat-surat kabar atau media pers lainnya di Sumbar sekalipun, mereka suka juga memanggil atau menuliskan nama saya dengan Prof. Dr. Mochtar Naim. Yang saya herankan, orang bersusah payah mendapatkan gelar professor, yang kadang dengan cara yang tak wajar, dan mengeluarkan duit segala, yang saya datang sendiri, dan dari mana-mana.
Karena saya tidak melihat ada unsur mempersenda atau melecehkan akhirnya saya biarkan saja. Bosan saya tiap kali menjelaskannya. Tetapi mereka harus tahu bahwa saya di Unand dulu resminya hanyalah 3B.
Masuk 3B dan keluar juga 3B.
Sekian, sekelumit dari perjalanan hidup saya. ***

0 Responses to “SAYA DIPANGGIL PROF”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: