DEWAN ADAT DAN SYARAK

JSR, No. 19, 2 Desember 2006

SALAH satu dari rekomendasi yang disepakati dalam Kongres Kebudayaan dan Apresiasi Seni Budaya Mi-nangkabau 2006 yang diadakan di Padang pada bulan November yl ialah dibentuknya Dewan Adat dan Syarak yang bertingkat sejak dari Nagari sampai ke Provinsi. Dewan Adat dan Syarak (disingkat: DAS) ini melebur lembaga-lembaga adat dan syarak yang ada di nagari, seperti Kerapatan Adat Nagari (KAN), Majelis Ulama Nagari, atau lain-lainnya yang berkaitan dengan adat dan syarak, menjadi satu lembaga yang terin-tegrasi.
Pikiran ini timbul dengan melihat kenyataan bahwa antara adat dan syarak tidak mungkin dipisahkan antara satu sama lain. Secara konseptual jelas sekali dinyatakan bahwa adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah, syarak mengata adat memakai. Secara sosiologikal kitapun melihat bahwa dalam kenyataannya, antara adat dan syarak sudah berjalin berkelindan sehingga tidak mungkin dipisah. Dengan melebur semua lembaga yang menangani masalah adat dan syarak, baik di tingkat nagari maupun sampai ke provinsi, kita sekaligus menciptakan paradigma baru di mana adat dan syarak tidak lagi dilihat secara terpisah-pisah, tidak pula dipertentangkan, tetapi merupakan satu kesatuan yang utuh. Ini juga artinya, karena syarak yang mengata, adat yang memakai, maka yang berlaku adalah adat yang sesuai dan serasi dengan syarak, dan adat yang sudah diislamkan, atau adat islamiyah. Implikasi lainnya adalah bahwa orang Minang, di manapun, tidak mung-kin tidak Islam, dan semua tindak-tanduk dan budi pekerti serta perilakunya haruslah yang islami.
Secara struktural dan terorganisasi sejak dari bawah di nagari sampai ke atas ke tingkat provinsi perlu ada lembaga yang mengembannya yang tidak lagi terpisah-pisah seperti selama ini, tetapi terintegrasi. Dan itulah yang dimaksud dengan DAS (Dewan Adat dan Syarak) itu. Di tingkat nagari, KAN, Majelis Ulama, atau apapun yang mengelola urusan adat dan syarak, dilebur dan diintegrasikan ke dalam DAS itu. Di DAS itulah tungku nan tigo sajarangan, yaitu para ninik-mamak, alim-ulama dan cadiak-pandai serta bundo kanduang, duduk bersama-sama membicarakan, membahas dan mengam-bil keputusan mengenai hal apapun yang terkait kepada masalah adat dan syarak ini. Di tingkat kecamatan, kabupaten maupun provinsi perlu pula dibentuk DAS yang sama yang ruang lingkupnya adalah kecamatan, kabupaten dan provinsi. Anggota DAS di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi itu adalah utusan dari nagari-nagari yang ditentukan atau dipilih oleh DAS Nagari. Katakanlah DAS di tingkat keca-matan, kabupaten dan provinsi bersidang beberapa kali dalam setahun, sementara DAS di Nagari lebih sering, sesuai dengan tuntutan kebutuhannya.
Karena DAS secara struktural adalah bagian yang integral dari kelembagaan Nagari, wajar kalau fasilitas atau apapun yang selama ini diberikan kepada KAN juga diberikan kepada DAS, di samping upaya-upaya lainnya yang dilakukan tersen-diri.
Dengan terbentuknya DAS ini yang berjenjang sejak dari Nagari ke Provinsi, konsekuensi logis lainnya adalah bahwa lembaga swadaya seperti LKAAM dan MTKAAM sewajarnya dilikwidasi, atau terus berdiri sebagai LSM.
Yang diharapkan tentunya adalah bahwa rekomendasi dari Kongres Kebudayaan Minangkabau ini tidak tinggal di atas kertas saja, tetapi direalisasikan dalam kenyataan. Sebuah komite kerja (working committee) yang ditunjuk oleh Gubernur untuk menyiapkan segala sesuatunya dalam pembentukan DAS ini agaknya perlu dibentuk, yang hasilnya nanti dibawa-kan ke DPRD Provinsi untuk disepakati, yang pembentukan dan operasionalisasinya dituangkan dalam Perda Provinsi. ***

0 Responses to “DEWAN ADAT DAN SYARAK”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: