CARA AUSTRALIA MENUMPAS KORUPSI DAN PORNOGRAFI

JSR, No. 21, 27 Des 2006

SEBELUM puasa yl saya ikut dengan rombongan DPD-RI ke Brisbane, Australia, melihat dari dekat bagaimana pemerintah negara bagian Queensland berhasil menum-pas korupsi dan penyakit masyarakat lain-lainnya, termasuk narkoba, pornografi, perdagangan anak dan perempuan, dsb. Ada dua pendekatan yang mereka pakai, satu yang namanya integrated approach (pendekatan terpadu) dan yang satu lagi integrity approach (pendekatan nilai-nilai luhur kemanusiaan).
Dengan pendekatan terpadu berarti bahwa semua unsur pemerintahan, swasta dan masyarakat dilibatkan, dan masing-masing punya fungsi, peranan dan tanggung jawab yang koordinasinya ditangani oleh sebuah komisi kejahatan (Crime Commission). Dengan pendekatan nilai-nilai luhur kemanusiaan berarti bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ajaran agama, etika dan budaya dimanfaatkan untuk penyadaran dan kontrol sosial dan yang sanksinya dituangkan dalam bentuk hukum dan perundang-undangan.
Negara bagian Queensland dan Australia secara keselu-ruhan memerlukan satu dekade untuk menumpas secara tuntas praktek-praktek korupsi dan penyakit masyarakat lain-lainnya sehingga benar-benar pulih kembali. Contoh dari pendekatan integritas itu bukan saja bisa dilihat dari mekanisme yang diciptakan dalam birokrasi pemerintahan yang mengharuskan penerapan sistem lalu-lintas keuangan secara transparan dan akuntabel tetapi juga sistem kontrol dan sanksi yang selain dari pendekatan hukum juga pendekatan nilai-nilai luhur kemanu-siaan itu. Contohnya bisa dilihat dan dirasakan di mana-mana. Di kantor, di sekolah, di jalanan, di pusat-pusat belanja, dan di mana saja. Yang ditekankan adalah keteraturan dan adab serta sopan-santun sosial.
Contoh soal: Saya masuk ke sebuah warnet dekat hotel tempat saya menginap di daerah pusat belanja untuk mengirim imel. Saya melihat bahwa set-set komputer yang ada berderet di sepanjang dinding tanpa sekat-sekat, dengan pemakai jadi-nya menghadap ke dinding, sementara siapapun yang masuk ke ruangan bisa melihat melalui layar apapun yang ditayang-kan. Sendirinya orang tidak akan berani membuka situs porno karena bisa terlihat oleh siapapun yang lewat di belakang pemakai.
Saya lalu berpikir, bukankah hal seperti ini bisa ditiru dan diterapkan di ranah Minang yang telah mendeklarasikan buda-ya luhur ABS-SBK untuk diterapkan di tengah-tengah masya-rakat? Tinggal keinginan politik untuk menerapkannnya dengan sebuah Perda, baik yang dikeluarkan oleh Walikota dan Bupati maupun oleh Gubernur agar berlaku untuk seluruh daerah Sumatera Barat? Apalagi langkah-langkah pasti ke arah penerapan ABS-SBK sudah dimulai dengan Perda Pekat baik di kota Padang maupun secara berdaerah Sumatera Barat.
Mari kita mulai dan pelopori Pak Wali, Pak Bup dan Pak Gub serta kawan-kawan di DPRD untuk menyiapkan Perda pengaturan warnet yang tidak lagi pakai sekat-sekat yang tidak memungkinkan orang melihat apa yang sedang dipajang di layar-layar komputer di warnet itu. Saya belum sempat men-survei secara luas. Tetapi dari sekian warnet dekat rumah saya di Jl Cendrawasih di Air Tawar Barat, semua warnet pakai sekat-sekat. Ketika saya berdialog dengan pemilik warnet, mereka terus terang mengakui bahwa kalau sekatnya dibuang maka pemakai tidak akan masuk, dan “kami tidak akan ada pemasukan.”
Demikianlah praktek pornografi justeru difasilitasi dan dilindungi oleh pemilik warnet sendiri, demi uang masuk, demi kepeng dan pitih. Pemilik warnet ternyata telah ikut-ikut mencari nafkah secara tidak halal, alias haram. ***

0 Responses to “CARA AUSTRALIA MENUMPAS KORUPSI DAN PORNOGRAFI”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: