LAPORAN SINGKAT KUNJUNGAN STUDI KE SERBIA DAN KROASIA (31 Juli – 4 Agustus 2006) DAN KE QUEENSLAND, AUSTRALIA (7-11 Agustus 2006)

Disampaikan pada Sidang Paripurna DPD RI
21 September 2006

JSR, No. 10, 21 Sep 2006

DUA delegasi yang berbeda dengan disponsori oleh dua sumber dana yang berbeda telah diberangkatkan oleh DPD RI ke luar negeri, dalam bulan Agustus yl, yang kedua-duanya di bawah supervisi dan pimpinan dari Wakil Ketua Dr Laode Ida.
Masing-masing delegasi telah menyerahkan Laporan Kunjungan Studi mereka masing-masing, yang isi ringkasnya adalah sbb:

1.Kunjungan Studi ke Serbia dan Kroasia

Empat orang anggota delegasi di bawah pimpinan Dr Laode Ida telah diberangkatkan ke Serbia dan Kroasia selama 5 hari (31 Juli 2006 – 4 Agustus 2006) dengan dukungan dana dari UNDP. Keempat anggota delegasi tsb terdiri dari Sdr Dr Laode Ida, Hj Sri Kadarwati Aswin, Ir Marhani VP Pua dan Dr Mochtar Naim. Dari Staf Sekretariat Jenderal: Sdr Wachid Nugroho.
Tujuan utama dari kunjungan studi tersebut adalah untuk melihat dari dekat pengalaman negara Balkan bekas negara sosialis Yugoslavia, yakni Serbia dan Kroasia, dalam menang-gulangi masalah disintegrasi bangsa dan negara di samping masalah yang dekat sekali dengan masalah kita sendiri, yaitu, satu, masalah otonomi, pembentukan, pemekaran dan pengga-bungan wilayah. Dan dua, masalah-masalah konflik ke dalam yang disebabkan oleh komposisi penduduk yang terdiri dari sukubangsa, agama, bahasa, dan sosial-budaya yang sangat beragam seperti halnya dengan kita di Indonesia ini.
Berkaca kepada pengalaman negara-negara Balkan tsb tujuan kita tentu saja adalah bagaimana menghindarkan diri dari kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa dan negara yang disebabkan oleh konflik berkepanjangan karena latar-belakang kependudukan yang beragam itu. Kita sendiri bela-kangan banyak dihadapkan kepada gejala-gejala dan bahkan gejolak-gejolak politik dan sosial-budaya yang berbahaya yang menuju ke arah disintegrasi bangsa dan negara jika kita tidak waspada dan cermat dalam menangani manajemen konflik tersebut.
Kebetulan sekali, memang, walau terletak di dua lokasi atlas yang berbeda, Yugoslavia dan Indonesia memiliki ciri-ciri geo-politik dan geo-kultural yang sama atau bersamaan. Dua-dua sama diapit oleh dua benua dengan serbuan budaya di sepanjang sejarahnya dari pusat-pusat budaya dan kekuatan politik dunia, dari Timur dan dari Barat. Posisi bangsa yang ditempatkan lebih sebagai obyek daripada subyek ini telah menyebabkan sering terjadinya perubahan-perubahan peta bu-daya politik, pemerintahan, ideologi, ekonomi, sosial-budaya, dsb.
Bagaimana cerita yang sesungguhnya, dan apa implikasi-nya untuk pengalaman Indonesia sendiri dalam penanganan manajemen konflik, dan penanganan masalah otonomi, peme-karan dan penggabungan wilayah, silahkan baca Laporan dele-gasi yang sangat menarik.

2. Kunjungan Studi ke Queensland, Australia

Sebuah delegasi DPD RI yang lain yang juga dipimpin oleh Sdr Laode Ida diberangkatkan ke Queensland, Australia, dari tanggal 7 – 11 Agustus, dengan dua orang anggota dele-gasi tinggal dua hari lebih lama.
Dua belas anggota DPD RI, dengan 2 staf dari Setjen dan 3 pendamping dari NGO diberangkatkan dengan sponsor dana dari AUSAID. Semua nama-nama mereka itu tidak akan saya sebutkan, tapi silahkan baca dalam Laporan Lengkap yang sudah dipersiapkan.
Tujuan utama dari studi banding ini adalah pembelajaran dari pengalaman sebuah negara tetangga di Selatan kita yang baru saja berhasil menyehatkan dirinya dari virus berbahaya yang mencengkam banyak negara di dunia ini, yaitu penyakit korupsi. Dan kita sendiri, Indonesia tercinta ini, telah dicap oleh statistik dunia sebagai negara terkorup ketiga di dunia yang virus korupsinya telah menjalar ke seluruh pembuluh darah dan urat nadi bangsa dan negara ini, dari atas sampai ke bawah, dan dari pusat sampai ke daerah-daerah. Penyakit korupsi yang sekarang sedang diidap oleh bangsa dan negara ini sekarang sudah berada pada stadia tiga, yang sebentar lagi, kalau tidak ditangani secara bersungguh-sungguh dan secara sistematis, komprehensif dan menyeluruh seperti yang dilaku-kan oleh Australia itu, NKRI ini akan kolep dan hilang dari peta politik dunia. Na’udzu billah. Berlindung kita kepada Allah.
Pengalaman Australia dalam menangani masalah pembe-rantasan korupsi ini sungguh unik dan sangat luar biasa. Berbeda dengan cara kita selama ini dalam menanggulangi masalah korupsi dengan hanya mengais-ngais di atas permu-kaan saja, atau juga “tebang pilih,” karena warga negara ini, dengan melihat fungsi dan kedudukannya dari segi sosio-loginya tidak sama di muka hukum, Australia menanganinya secara total, menyeluruh, komprehensif, sistematik, dan terpadu, atau yang dinamakan dengan integrated approach, dan menempatkan semua orang sebagai sama di muka hukum.
Pendekatan lain yang dipakai, yang juga sangat me- ngagumkan kita, adalah yang dinamakan dengan “integrity approach,” atau pendekatan integritas. Yang satu adalah “inte-grated” dan yang lain adalah “integrity.”
Australia sebagai sebuah negara sekuler, sebuah negara Barat yang terletak di Timur, sekarang melakukan pendekatan integrity, yakni yang memanfaatkan secara sadar dan terarah serta terukur nilai-nilai budaya yang bersumber dari agama, norma-norma sosial dan peradaban dalam rangka memerangi korupsi dan menegakkan keadilan, kebersamaan dan kesejah-teraan yang berlandaskan demokrasi dan kesamaan serta kesetaraan di muka hukum. Hukum yang tiada pandang bulu.
Dengan jadwal kunjungan yang sangat padat, dan dalam jumlah hari yang terbatas, delegasi yang dalam kunjungan lapangan dibagi ke dalam kelompok-kelompok, dibawa meli-hat obyek yang berbeda-beda, bagaimana korupsi dan ke-mungkinan penyimpangan lain-lainnya ditanggulangi. Obyek-obyek tsb ada yang ditangani secara nasional, ada yang regional dan lokal.
Nasional, misalnya, melihat bagaimana pabean dan karan-tina serta pemeriksaan di pelabuhan dikelola, bagaimana lem-baga ombudsman dan komisi kejahatan Australia diatur.
Regional, dengan ruang lingkup negara bagian Queens-land, melihat dan berkomunikasi dengan: komisi-komisi di parlemen, pekerjaan umum dengan menekankan pada sistem pengadaan secara terpusat dan terpadu, di Dep Keuangan, bagaimana Badan Usaha Milik Pemerintah, termasuk pela-buhan Brisbane, dikelola. Bagaimana Kantor Pemeriksa Keu-angan dikelola. Bagaimana standar-standar kelayakan diatur. Bagaimana Komisi Integritas, Komisi Pemilihan Queensland, Komisi Anti Diskriminasi, dan Otoritas Perikanan, bekerja dan berfungsi.
Lokal, melihat Dewan Kota Logan, sebagai sebuah contoh dari pemerintah daerah, dan melihat Pusat Desain Rockcote, bagaimana sebuah perusahaan atau bisnis yang berkelanjutan secara lingkungan diciptakan.
Dari bekal pembelajaran yang dibawa pulang itu, sebuah rencana yang akan berdampak luas ke masa datang dalam rangka upaya pemberantasan korupsi di negeri kita yang berorientasi pendekatan integrity dan integrated itu sekarang sedang dirancang di bawah supervisi Wakil Ketua Laode Ida, dengan melanjutkan kerjasama dengan Universitas Griffith dan pemerintah Queensland, dengan dukungan dana dari AUSAID dan bantuan NDI, dll.
Awal Oktober yad diharapkan akan datang ke DPD ini delegasi dari Univ Griffith, di bawah panduan Prof Charles Sampford, yang akan melakukan pemnbicaraan lebih jauh dalam rangka program “training for trainers” dan penyiapan grand-design pemberantasan korupsi di Indonesia dengan pendekatan integrity dan integrated itu dan dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Dalam rencana ini akan dipilih tiga provinsi yang paling siap untuk menjadi pilot project, satu masing-masingnya dari wilayah Barat, Tengah dan Timur.
DPD RI menyediakan diri untuk menjadi prime-mover atau pelopor dalam menggerakkan kerja besar tapi mulia ini.
Dan tentu saja, dengan menempatkan diri sebagai pelo-por pemberantasan korupsi di negara yang kita mulai dari daerah-daerah ini, sapu yang kita pakai haruslah pula sapu yang bersih, yang juga berarti memulai dari diri sendiri. ***

0 Responses to “LAPORAN SINGKAT KUNJUNGAN STUDI KE SERBIA DAN KROASIA (31 Juli – 4 Agustus 2006) DAN KE QUEENSLAND, AUSTRALIA (7-11 Agustus 2006)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: