SINGGALANG DAN BUDAYA MENGADU AYAM

Untuk Singgalang
7 Nov 2005

KETIKA saya masih bocah ingusan dalam alam desa di kampung dulu, kami suka mengadu ayam, yang kami tiru dari orang-orang dewasa laki-laki di kampung itu. Salah satu dari hobi orang kampung waktu itu memang adalah mengadu ayam jago, sering dengan pakai taruhan. Tak jarang jika ada laki-laki tergolong pereman tertentu yang kerjanya mengepit ayam jago ke sana ke mari untuk tujuan itu. Ba-yangkan kalau pakaiannya biasanya hitam-hitam, berdestar, pakai sarawa galembong, dan sarung bugis yang menyelem-pang turun dari bahunya, kayak si Jampang anak Betawi. Apalagi kalau antara bibir atas dan hidungnya terselip pula sederet rambut tebal yang membelintang melentik ke kedua ujungnya yang namanya kumis itu.
Jika lagi menyabung ayam, kita akan melihat ramai orang berkeliling, tua-muda, dan semua laki-laki. Sebuah keasyikan tersendiri. Dunianya memang begitu waktu itu. Dunia pareman atau juga parewa.
Di antara sesama anak-anak laki-laki di kampung itu juga suka ada semacam pertarungan adu otot dengan masing-masing memainkan peran sebagai ayam jagoan itu. Sebuah garis membelintang di atas tanah digoreskan oleh yang lebih tua yang mengadunya antara kedua anak yang diadu itu. Untuk pemanasan biasanya yang duluan menantang lalu meludah ke daerah lawan; yang kemudian dibalas oleh yang satu lagi, sehingga pergumulanpun dimulai. Ada yang memang sampai berkuhantam betul, tetapi separo jalan biasanya sudah ada yang melerainya.
Saya membayangkan begitulah Singgalang melakukan perannya sebagai “janang” dalam mengadu jago-jago di pentas politik di ranah ini. Terus terang, saya tak mengira sebelumnya, kalau sayapun terseret, atau bahkan diseret masuk ke arena pertarungan adu jago ini. Caranya bagi Singgalang ternyata sederhana sekali. Yaitu cukup dengan mempelintir judul “Miskin” dari tulisan yang dikirimkan oleh Sdr Kolonel M Noer ke Singgalang menjadi “Mochtar Asbun.” Ini pengakuan dari Sdr M Noer sendiri dalam tulisannya menanggapi reaksi saya sebelumnya.
Saya melihat alangkah absurd dan tidak etisnya Singgalang bermain, demi untuk tujuan apapun namanya. Kalau sekadar menfasilitasi adu argumen ataupun polemik antara sesama jago politik di daerah ini, masih bisa dibayangkan. Tapi ini secara sengaja mempelintirnya, lalu menuduhkan kepada saya: Asbun – asal bunyi. Saya rasa, dari segi kode etik jurnalistik, ini sudah keterlaluan. Tidak hanya disayangkan, tetapi patut dicela dan sekaligus diperingatkan. Sayang kalau koran lokal di daerah mainnya begini.
Saya menyarankan kepada pimpinan Singgalang agar ke dalam dilakukan self-koreksi. Yang bersalah ditegur dan kalau perlu diberi sanksi. Karena ini hanya akan merugikan Sing-galang sendiri. Koran Singgalang yang membutuhkan nama baik dari publik pembaca dan masyarakat umumnya, tercemar karenanya. Kalau perlu nyatakanlah penyampaian maaf atas keteledoran ini.
Kedua, asosiasi media massa di Padang dan Sumbar umumnya juga perlu saling mengingatkan agar tercipta hu-bungan yang harmonis dan saling menghargai antara dunia persurat kabaran dengan masyarakat pembaca dan rakyat umumnya. Jangan sampai yang namanya “The Fourth Power” atau “The Fourth Government” yang dijulukkan kepada dunia persurat kabaran sekarang ini disalah-artikan, atau disalah-gunakan. Silahkan para editor melakukan editing dan memper-baiki kesalahan cetak, tetapi tidak merubah isi, apalagi mem-pelintirnya. Yang isi tetap adalah hak milik dan hak cipta penulis.
Akhirnya, yang diperlukan oleh kita semua di Sumbar ini adalah kerukunan, saling harga-menghargai serta kerjasama yang saling bermanfaat, dan bersifat membangun, bukan yang sebaliknya. Mari kita berusaha dan kerja keras ke arah itu, demi Sumbar dan Minangkabau kita ini. Untuk Nusa kita bangun Daerah yang kita cintai ini. ***

0 Responses to “SINGGALANG DAN BUDAYA MENGADU AYAM”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: