SALING BERWASIAT DAN INGAT-MENGINGATKAN

Jakarta, 22 Agustus 2005

Kepada yth:
A. Pimpinan DPD-RI:
Sdr Prof Dr Ginanjar Kartasasmita
Sdr Dr La Ode Ida
Sdr Drs Irman Gusman, MBA
B. Pimpinan MPR-RI dari unsur DPD-RI
Sdr Drs Aksa Mahmud
Sdr Dra Moordiyati Sudibyo
C. dan para Anggota DPD-RI

Assalamu’alaikum w.w.,

Dari pengalaman pada masa-masa Sidang DPD-RI sebe-lumnya, anggota-anggota DPD-RI yang duduk dalam Pim-pinan DPD-RI maupun MPR-RI, dalam kenyataannya, kendati namanya tercantum sebagai anggota salah satu PAH dari DPD-RI, tetapi nyaris tidak pernah hadir, ataupun jika hadir, hanya sekali-sekali, atau hadir sekadar memperlihatkan diri, untuk kemudian pergi meninggalkan sidang, dengan atau tanpa memberi tahu atau memberi alasan.
Sementara, pada sisi yang lain, tiap kali kita mendengar, melalui media massa, dsb, mereka punya waktu untuk tiap kali ke luar negeri atau ke daerah-daerah lainnya di Indonesia ini untuk tujuan-tujuan yang kita sebagai anggota tidak pernah atau jarang diberi tahu. Banyak pula dari mereka punya waktu untuk menyempatkan untuk urusan bisnis atau kepentingan masing-masing mereka, yang semua dilakukan dalam jam-jam kerja mereka.
Sementara, pada sisi yang lain lagi, kita merasakan betapa berharganya pandangan dan pemikiran dari para anggota yang duduk dalam pimpinan DPD maupun MPR itu untuk juga ikut bersama-sama membahas dan memecahkan masalah-masalah yang diagendakan di DPD yang tempatnya justeru adalah di PAH-PAH dan Panitia lain-lainnya itu. Kedekatan hati dan persaudaraan justeru dirasakan pada sidang-sidang PAH dan Panitia lain-lainnya itu. Selama ini para anggota bertemu dengan kawan-kawan yang dipilih untuk duduk di kursi Pimpinan DPD maupun MPR itu terutama hanyalah pada waktu sidang-sidang paripurna, yang mengakibatkan hubungan rasa antara sesama anggota dengan pimpinan menjadi longgar dan tidak akrab. Pada hal, “dengan bersama kita bisa,” seperti dikatakan oleh SBY itu.
Karena para anggota yang duduk di Pimpinan itu adalah juga wakil dari daerah mereka masing-masing, dengan mereka tidak ikut berpartisipasi dalam salah satu PAH dan Panitia lainnya itu, maka Daerah yang kebetulan salah seorang anggo-tanya duduk dalam unsur Pimpinan, sendirinya tidak terwakili dalam PAH yang bersangkutan.
Kenyataan lain yang juga kami alami di kelompok Daerah kami – mudah-mudahan di kelompok Daerah lain yang anggo-tanya duduk di unsur Pimpinan tidak terjadi — merekapun jarang atau bahkan tidak pernah hadir dalam rapat-rapat konsultatif yang bersifat internal Daerah, yang biasanya dijad-walkan setiap hari Jumat. Ketidak hadiran mereka menye-babkan anggota-anggota yang lain juga sungkan untuk hadir, yang akibatnya adalah tidak atau jarangnya dibicarakan mas-alah-masalah yang berkaitan dengan Daerah bersangkutan sendiri. Pada hal tiap kali kita turun ke Daerah, kita selalu cenderung mengumbar janji untuk memperjuangkan kepen-tingan Daerah di pusat, dsb. Bagaimana semua itu bisa dilakukan kalau hubungan antara sesama anggota se daerah saja tidak akrab atau sukar dan jarang bertemu.
Memang benar bahwa Peraturan Tata Tertib DPD memberi kesempatan kepada para anggota yang duduk dalam unsur pimpinan untuk tidak hadir karena tugasnya sebagai unsur pimpinan, tetapi secara moral, mereka perlu menyadari bahwa tugas utama DPD sesungguhnya ada di PAH-PAH dan alat kelengkapan lainnya itu. Alangkah idealnya jika para Sdr-sdr yang duduk dalam unsur pimpinan itu menyediakan waktunya yang hanya sekali seminggu dan dalam waktu yang tidak lebih dari tiga jam seminggu itu untuk tidak memper-gunakannya untuk tujuan-tujuan lain dan memasukkan dalam agenda mingguannya menghadiri sidang-sidang di PAH yang mereka ikut duduk. Dengan itu pula para anggota yang dari unsur Pimpinan DPD bisa merasakan dan mengetahui liku-liku permasalahan yang dihadapi di PAH-PAH itu.
Dalam rangka saling berwasiat untuk kebaikan dan kebenaran, dan dalam rangka amar makruf nahi munkar, saya selaku anggota memberanikan diri untuk mengingatkan akan tugas kita bersama dalam mensukseskan missi DPD-RI de-ngan mengharapkan agar dalam masa Sidang 2005-2006, dan selanjutnya, siapapun yang duduk dalam unsur Pimpinan DPD dan MPR juga ikut aktif bersama anggota lain-lainnya dalam membahas dan memecahkan masalah-masalah di masing-masing PAH itu, dan pada pertemuan konsultatif rutin pada setiap Daerah.

Demikianlah, wabillāhit taufiq wal hidāyah,
Wassalāmu ’alaikum w.w.

Mochtar Naim

0 Responses to “SALING BERWASIAT DAN INGAT-MENGINGATKAN”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: