AKTUALISASI NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN UNTUK MEWUJUDKAN BIROKRASI PROFESIONAL DAN AKUNTABEL (Dengan Lokus Provinsi Sumatera Barat)

Disampaikan di
Diklat Kepemimpinan Tingkat I Angkatan VIII
1 September 2005, 09.00-13.00
Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta

Pointers:
– Pendekatan: Andragogik
– Melalui analisis 3 Dimensi Ilmu Perencanaan:
– Current Situation (Das Sein)
– Objectives yang diinginkan (Das Sollen)
– Methods atau cara pencapaian

Aktualisasi Nilai-Nilai Kepemimpinan:
Current Situation —> Objectives —> Cara Pencapaian

Current Situation:
– Nilai-nilai Kepemimpinan yang dianut tidak satu, tapi berbagai (multipel), sejalan dengan tidak satunya pola budaya yang dianut.
– Ada nilai-nilai budaya “arus atas” yang bersifat demokratik dan moderen yang dianut secara formal-seremonial-doktrinair yang berorientasi ke depan,
dan ada nilai-nilai budaya “arus bawah” yang bersifat feodalistik dan etatik yang dilaksanakan dalam kehidupan politik praktis sehari-hari yang berorientasi ke belakang, kepada kejayaan masa lalu.

– Nilai-nilai budaya “arus atas” secara dikotomik-polaristik bertolak-belakang dengan nilai-nilai budaya
“arus bawah.” Karena kedua-duanya sekali dianut, budaya bangsa, karenanya, cenderung dikotomik, polaristik, sinkretik dan skizofrenik (terbelah).

– Sesuai dengan lokus, pola budaya bangsa yang dianut adalah gabungan dari unsur-unsur budaya:
1 – Tradisional
2 – Islam
3 – Budaya Moderen dari Barat, yang masuk melalui:
3.1-tradisi birokrasi kolonial dari Belanda
3.2-akulturasi budaya kontemporer global
4 Nasional, dengan orientasi utama pada pola budaya J
– Pola budaya multipel yang dianut tsb terkelompok ke dalam dua orientasi budaya yang berbeda:Yang Sinkretik (4: J)
— Arus BawahYang Sintetik (1, 2, 3: M, I, B)
— Arus Atas Budaya Sinkretik (J) Budaya Sintetik (M, I, B) (V Culture) (H Culture)

– vertical
– hierarchical
– centripetal
– centralized
– etatic
– authoritarian
– feudalistic
– paternalistic
– groupistic
– traditionalistic
– conservative
– syncretic
– monistic-animistic
– mystical
– emotional
– esthetic
– formalistic
– ceremonialistic
– etc.

– horizontal
– egaliterian
– centrifugal
– decentralized
– populist
– democratic
– commonalistic
– individualistic
– universalistic
– modernistic
– orthodox
– synthetic
– monotheistic
– philosophical
– rational
– pragmatic
– informalistic
– casualistic
– etc.

Pola budaya Sintetik dari Lokus SumBarat
Dari unsur-unsur yang berbeda-beda yang dicari adalah kesamaan-kesamaan yang kemudian lalu bersintesis
Yang dicari pertama-tama adalah pola dasarnya, sementara unsur budaya manapun yang masuk adalah yang bersesuaian dengan itu.
Pola Dasar itu, misalnya:
– ABS SBK
– Nan elok dipakai, nan buruk dibuang
– Kalau dikembang selebar alam, kalau dipuntal seujung kuku.Di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung
– Nilai nan berbuhul mati, dan nan berbuhul sintak (nilai yang absolut dan yang relatif)
– Universalisme nilai-nilai budaya dasar:
– Nan benar berdiri sendirinya
– demokrasi
– egaliterianisme
– kesamaan status di muka hukum
– gender equality dengan bias:
women reign but not rule, dst.

0 Responses to “AKTUALISASI NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN UNTUK MEWUJUDKAN BIROKRASI PROFESIONAL DAN AKUNTABEL (Dengan Lokus Provinsi Sumatera Barat)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: