PIDATO KAMPANYE DI TVRI PADANG

Selaku Calon Anggota DPD nomor 20 dari Sumbar
Rabu, 10 Maret 2004

Sdr-sdr pemirsa yang dimuliakan Allah,

Assalamu ’alaikum w.w.,
DENGAN Otonomi Daerah yang telah mulai bergulir sekarang ini,
dan dengan dibentuknya
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bersebelahan dengan DPR
di bawah naungan MPR di tingkat pusat,
maka struktur kenegaraan kita telah berubah
dari yang tadinya sentralistis (terpusat)
menjadi desentralistis (terbagi-bagi ke daerah),
dan dari yang tadinya unikameral (satu kamar)
menjadi bikameral (dua kamar).

Dengan demikian daerah-daerah di seluruh Indonesia
memperoleh peluang yang lebih besar
dalam konteks Negara Kesatuan sekarang ini
untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan daerah
di tingkat nasional
yang selama ini langsung dikendalikan oleh pusat
sampai ke tingkat terbawah sekalipun di daerah-daerah.
Memang benar bahwa DPD pada tahap awal sekarang ini
masih terbatas tugas dan wewenangnya.
Tapi kita terima ini sebagai titik berangkat dari perjuangan daerah yang masih panjang ke depan.

Saya menyediakan diri untuk dicalonkan sebagai wakil rakyat
dari Sumatera Barat
untuk duduk di DPD bersama dengan tiga orang
putera terbaik lainnya.
Pengalaman-pengalaman yang saya dapatkan
selama menjadi anggota MPR utusan Daerah Sumbar
mudah-mudahan akan banyak membantu
dalam kelancaran tugas-tugas saya di DPD ini.

Jika saya memang diberi amanah dan kepercayaan
oleh rakyat Sumbar melalui Pemilu 2004 ini
untuk duduk di Dewan Perwakilan Daerah tersebut,
insya Allah,
saya berjanji akan turut memperjuangkan
kepentingan-kepentingan daerah, khususnya daerah Sumbar,
di tingkat pusat di DPD itu.

Ada sejumlah agenda mendesak yang perlu diperjuangkan
di forum DPD di tingkat pusat itu.

Pertama, Otonomi Daerah yang ada sekarang ini
sifatnya masih rancu dan jauh dari sempurna.
Karena ketakutan pusat di masa lalu,
khususnya selama masa Orde Baru,
yang takut kalau-kalau daerah akan lepas satu per satu,
wewenang otonomi langsung diberikan
ke tingkat Kabupaten dan Kota,
dengan otonomi semu tanpa wawasan yang jelas
juga diberikan ke desa-desa.
Sementara yang Provinsi sendiri,
yang sesungguhnya merupakan simbol dari kesatuan daerah
justeru tetap merupakan ujung tombak dari pemerintahan pusat
di daerah-daerah.
Dalam arti lain, otonomi tidak diberikan kepada provinsi-provinsi.

Akibatnya adalah seperti yang kita lihat sekarang ini.
Provinsi bukannya bekerja-sama
tetapi berhadapan dengan kabupaten dan kota
yang masing-masing merasa sebagai raja-raja kecil di daerahnya.

Kerancuan ini perlu dihilangkan dengan pemberian otonomi penuh ke daerah-daerah tingkat provinsi
sehingga provinsi-provinsi merupakan kesatuan yang utuh
di daerahnya
dan sekaligus sebagai koordinator
bagi kegiatan-kegiatan pembangunan
yang ditempatkan di daerah-daerah kabupaten dan kota
sampai ke desa-desa dan nagari-nagari.

Kedua, Indonesia sekarang ini adalah sebuah negara sakit
di Asia Tenggara bahkan di dunia ini.
Semua ini adalah akibat salah urus dan salah sistem yang diterapkan. Kita menginginkan tegaknya demokrasi,
berjalannya hukum dan keadilan
serta kebenaran tanpa pandang bulu,
tetapi yang bersua adalah sebaliknya.
Bukan demokrasi tetapi feodalisme warisan nenek moyang dahulu yang dijalankan.
Bukan tegaknya hukum dan keadilan tetapi hukum dan keadilan itu dikangkangi oleh kelompok yang berkuasa.
Akibatnya, korupsi merajalela dan penyakit-penyakit masyarakat meruyak ke mana-mana.

Melalui perjuangan di DPD ini kita menginginkan
tegaknya kembali demokrasi
dan berjalannya hukum tanpa pandang bulu itu.

Ketiga, keempat dan seterusnya, kita ingin negara ini tegak
dengan mengindahkan nilai-nilai moral
dan khususnya moral keagamaan,
di samping tegaknya hukum yang tanpa pandang bulu itu.
Kita ingin ada kontrol dan sanksi yang tegas dan berat
terhadap semua pelanggaran moral dan hukum itu.

Karenanya kita menginginkan pendidikan kita
yang tidak hanya menekankan pada pendidikan otak semata,
tetapi tidak kurangnya pendidikan akhlak dan ruhani keagamaan bagi generasi penerus kita
untuk diamalkan dan jadi pakaian dalam kehidupan hari-hari.

Khusus untuk Sumatera Barat ini,
saya ingin memperjuangkan agar tanah ulayat
kembali kepada pemilik asalnya, yaitu nagari-nagari.
Tanah-tanah ulayat yang telah terlanjur diberikan
kepada perusahaan-perusahaan perkebunan dsb,
agar hak milik tanah dikembalikan kepada nagari-nagari,
dan perusahaan-perusahaan selanjutnya menyewa
kepada pemilik hak ulayat tersebut,
atau mendapatkan penyertaan saham senilai tanah itu
dan duduk dalam direksi perusahaan.

Banyak tentunya yang harus kita perjuangkan
melalui wadah DPD ini untuk kepentingan daerah itu.
Oleh karena itu kita memerlukan wakil-wakilnya
yang duduk di DPD itu yang amanah, yang jujur,
yang bertanggung-jawab, yang mempunyai kualitas diri
dan kepribadian yang kuat,
serta yang bertaqwa kepada Allah swt.

Insya Allah saya menyediakan diri untuk mengemban tugas berat itu bagi kepentingan daerah,
dan bagi kepentingan bangsa dan negara di bawah lindungan Allah.

Wassalamu’alaikum w.w.

0 Responses to “PIDATO KAMPANYE DI TVRI PADANG”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: